tugas man risk

Profil Bank Mandiri

Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik pemerintah yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, bergabung menjadi Bank Mandiri. Pada saat ini, berkat kerja keras lebih dari 21.000 karyawan yang tersebar di 909 kantor cabang dan didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang Investment Banking, Perbankan Syariah serta bancassurance , Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perusahaan swasta maupun milik Negara, komersiil, usaha kecil dan mikro serta nasabah consumer. Pada tanggal 14 Juli 2003, Pemerintah Indonesia melakukan divestasi sebesar 20% atas kepemilikan saham di Bank Mandiri melalui penawaran umum perdana (IPO). Selanjutnya pada tanggal 11 Maret 2004, Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi lanjutan atas 10% kepemilikan di Bank Mandiri.

Bank Mandiri saat ini merupakan bank terbesar di Indonesia dalam jumlah aktiva, kredit dan dana pihak ketiga. Total aktiva per 31 Desember 2005 sebesar Rp 254, 3 triliun (USD25,9 miliar) dengan pangsa pasar sebesar 18,0% dari total aktiva perbankan di Indonesia. Jumlah dana pihak ketiga Bank Mandiri sebesar Rp 199,0 triliun atau sama dengan 17,6% dari total dana pihak ketiga secara nasional, dimana jumlah tabungan merupakan 16% dari total tabungan secara nasional,. Begitu pula dengan pangsa pasar deposito berjangka sebesar 19,1% dari total deposito berjangka di Indonesia. Selama tahun 2005, pertumbuhan dana pihak ketiga kami sebesar 5,8%, sementara pertumbuhan kredit sebesar 13,3%. Bank Mandiri memiliki struktur permodalan yang kokoh dengan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio-CAR) sebesar 23,7% pada akhir tahun 2005, jauh diatas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.

Resiko Bank Mandiri

Resiko pada dasarnya berarti peluang adanya ancaman atau kerugian. Apabila dihubungkan kepada dunia perbankan maka merupakan kejadian-kejadian ( risk event ) yang buruk yang menciptakan kerugian financial / non financial secara langsung maupun tidak langsung. Bank Mandiri sebagai Bank terbesar di Indonesia juga tidak terlepas dari 8 resiko perbankan yang utama. 8 resiko utama tersebut adalah :

a. Resiko pasar

Bank Mandiri menghadapi resiko akan nilai tukar mata uang asing dan juga tingkat suku bunga. Resiko kurs valuta asing timbul karena fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar AS. Kemudian untuk resiko tingkat suku bunga timbul karena adannya perubahan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi nilai dari aktiva berbunga tetap.

b. Resiko operasional

Fasilitas fisik, kejahatan dan bencana merupakan resiko operasional Bank Mandiri. Fasilitas fisik seperti mesin penghitung uang, computer, telepon, mesin fotokopi yang dapat saja rusak sewaktu-waktu karena adanya umur produk ataupun terjadi pencurian fasilitas fisik di kantor dan bencana-bancana seperti kebakaran, gempa bumi, dan sebagainya.

c. Resiko kredit

Resiko kredit berarti adanya potensi kerugian yang timbul akibat kegagalan bayar debitur terkait atau counter party-nya. Di Indonesia dikenal dengan istilah kredit macet. Saat ini Bank Mandiri paling banyak memberikan kredit kepada usaha mikro. Hal ini dilakukan karena resiko yang lebih kecil dibanding dengan memberikan kredit kepada usaha korporasi. Saat ini NPL Bank Mandiri sudah dibawah 5 % ( ketentuan Bank Indonesia )

d. Resiko likuiditas

Pada dasarnya ada dua resiko likuiditas yaitu apabila Bank tidak mampu untuk memenuhi kewajibannya untuk membayar tanggungan yang jatuh tempo seperti deposito dan market liquidity risk.

e. Resiko hukum

Resiko Hukum didefinisikan sebagai resiko yang disebabkan oleh kelemahan pada dokumentasi kredit dan surat berharga atau dokumen hukum lainnya.

f. Resiko strategic

Resiko ini berkaitan dengan resiko pada setiap pengambilan keputusan strategis Bank Mandiri.

g. Resiko reputasi

Resiko yang timbul akibat adanya ketidakpuasan pelanggan akibat pelayanan yang tidak memuaskan. Hal tersebut dapat merusak citra Bank Mandiri di mata nasabah dan masyarakat.

h. Resiko kepatuhan

Resiko yang mungkin timbul bila Bank Mandiri melakukan kebijakan atau keputusan di luar ketentuan perundang-undangan.

SOLUSI ATAS RESIKO

Semua Bank nasional memiliki manajemen resiko untuk mengatasi resiko-resiko yang terjadi di perbankan nasional, begitu pula dengan Bank Mandiri. Struktur tata kelola manajemen risiko Bank yang kuat menjadi dasar evaluasi keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian untuk menghasilkan pendapatan yang berkesinambungan, mengurangi fluktuasi pendapatan serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Pengelolaan manajemen resiko tersebut ada lima, yaitu :

a. Risk Management Objective

pengalokasian modal secara efisien guna mendapatkan keuntungan yang optimal dan mengurangi kejutan kejutan ( surprises). Metode yang Bank gunakan adalah memilih aktiva produktif maupun kegiatan-kegiatan bank yang dapat terukur secara efektif dalam kerangka risiko risk and return yang disesuaikan dengan kultur perusahaan, kemampuan modal, organisasi dan infrastrukturnya. Sangat penting bagi Bank untuk memahami masalah-masalah bisnis dan investasi di mana Bank melakukan investasi sehingga Bank dapat mengumpulkan data dan informasi serta melakukan sensitivity analysis, baik atas faktor faktor internal dan eksternal terhadap pendapatan sebelum memutuskan melakukan investasi.

b. Risk Appetite

bergantung pada kemampuan kita untuk mengantisipasi dan mengukur besaran risiko. Dengan menggunakan batasan-batasan ( limits), Bank dapat memastikan seluruh risiko telah terdiversifikasi dengan baik dan seluruh portofolio tersebar dengan baik pula, sesuai dengan target pasar kita dan memenuhi seluruh proses transaksi, kebijakan serta prosedur.

c. Risk Management Process

dikelola berdasarkan tahapan-tahapan yang sistematis sebagai berikut:

Risk awareness

Risk identification

Risk monitoring

Risk mitigation

Risk awareness dilakukan melalui sosialisasi yang intensif, lokakarya dan pelatihan yang berkesinambungan untuk membangun risk culture bagi seluruh karyawan.

d. Risk Management Infrastructure

menggambarkan dengan jelas peranan masing-masing dalam organisasi guna menjalankan fungsi Manajemen Risiko, kebijakan dan prosedur untuk mengkomunikasikan aspek-aspek penting dari proses-proses, metodologi untuk memperkirakan besarnya potensi kerugian, sistem analisis serta laporan yang tepat waktu.

e. Risk Environment

meliputi pengembangan kultur yang sesuai yang mendukung pendekatan risiko yang tepat, komunikasi yang tepat mengenai manfaat manajemen risiko, pelatihan untuk memastikan bahwa organisasi mengikuti teknik yang terbaru dan hubungan antara pengambilan risiko, penilaian kinerja dan kompensasi untuk menekankan tanggung jawab pada tingkat perorangan.

One Response to “tugas man risk”

  1. Via Says:

    bu haji, komen dnk k finance442
    ak ad komen minta assignment buat quiz slanjutnya
    yg sgt similar
    moga dy mw
    i wanna get full mark
    hahhahahahahahahhahahahahahahahahahha
    bu haji
    ak mw mrapikan blogQ ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: